Yang aku cari adalah yang sabar..
Memuliakan perasaannya beserta kecintaannya kepada Allah.. menganggap diriku adalah perantaranya yang menyempurnakan rasa cintanya kepada Allah..
Aku mencari yang tidak bosan menunggu, aku menunggu yang menghargai kesucian kaum hawa. Ikut menjaga kesucian ini dan melindungi kebahagiaanku agar selamanya jiwa raga ini tetap dapat saling bersandar.
Aku tak akan menyalahkan jika kesabaran dalam hal ini itu sulit dilogika sehingga tidak mudah untuk direalisasikan. Tapi apalagi yang akan dicari jika kita semua mengharapkan kelak yang bersanding disisi kita adalah orang baik yang selalu menjaga kesucian dan kepercayaan ini?
Banyak yang berpendapat masa remaja seperti ini bukan untuk mencari keseriusan, masih ada waktu untuk bermain-main. Tapi untuk apa kita bermain-main jika tidak usah diberi pelajaran seperti itupun kita sudah bisa? Apakah kita akan bilang semua itu untuk pengalaman agar kita bisa memilih yang baik kelak? Bukankah jodoh ada di kuasa Allah, baik atau tidaknya sudah dijanjikan tergantung oleh cerminan sikap kita sendiri. Lalu apa yang kita cari lagi dengan waktu yang bermain-main seperti itu? Bukankah lebih baik kita perbaiki sikap kita agar nantinya Allah memperlancar urusan kita mendapatkan jodoh yang sholeh/sholeha..
Renungkan, berapa banyak kegiatan berdosa yang telah kita lakukan? Apakah kita tahu bahwa dosa kita itu tak sebanyak orang kafir ataupun yang tak beragama islam? Sejak kapan kita tahu hal itu padahal bertanya kepada malaikat penulis amal baik dan burukpun kita tidak bisa ? apa yang bisa kita lakukan dengan kondisi terburuk ini..
Tak masalah karena ini hanya ungkapan, tapi aku yakin isi hati semua kaum hawa adalah sama. dari kehidupan khadijah istri Rasulullah sampai sekarangpun sama, meski banyak istri Rasulullah yang lebih cantik bahkan lebih muda namun khadijah tak pernah diduakannya. Rasulullah sangat mencintai khadijah. subhanallah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar